Mengajar itu mudah, Tapi?
Mengajar merupakan salah satu tugas utama seorang guru yang biasanya dilaksanakan di sekolah. Seorang guru telah dibekali berbagai macam pengetahuan dan praktik mengajar ketika mengikuti kuliah keguruan. Dengan bekal tersebut guru bisa dengan mudah mengajar siswa tentang suatu mata pelajaran sehingga siswa berhasil memahami apa yang ia ajarkan. Namun terkadang ada sebagian siswa yang sulit menguasai materi pelajaran meskipun pemahaman temannya yang lain sudah meningkat pesat dengan proses pembelajaran yang sama.
Mengajar
sejatinya adalah kemampuan dasar seorang guru sehingga bisa dikatakan bahwa
semua guru bisa mengajar. Lalu kenapa ada siswa yang tidak menguasai atau
memahami materi pelajaran dengan baik? Bahkan ada siswa yang cenderung membuat
proses belajar menjadi berantakan dengan tingkah lakunya yang kurang positif?
Mengapa terkadang ada siswa yang tertidur di saat guru menjelaskan? Mengapa
dalam satu kelas ada siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum
(KKM) sementara banyak temannya yang sudah mencapainya? Apakah berarti guru
tidak bisa mengajar?
Banyak
hal yang perlu dipertimbangkan dalam menjawab beberapa pertanyaan di atas
seperti kondisi social masyarakat asal siswa, kemampuan dan pemahaman awal
siswa terhadap mata pelajaran, latar belakang pendidikan siswa dan lain-lain. Biasanya
siswa dengan permasalahan di atas cenderung merupakan siswa yang kurang
termotivasi untuk belajar sehingga ia akan mengisi proses belajar dengan berbagai
cara untuk menghilangkan kejenuhannya terhadap pelajaran seperti membuat keributan, mengganggu teman duduk
di sebelahnya, bahkan tertidur di kelas ketika guru sedang menjelaskan. Siswa
dengan kondisi demikian tidak akan ambil pusing dengan hasil belajarnya.
Permasalah
utama kasus di atas adalah kurangnya motivasi siswa untuk belajar sehingga
solusi pertama yang harus dilakukan seorang guru adalah dengan memotivasi siswa
agar memiliki motivasi tinggi dan tujuan yang jelas dalam belajar. Siswa yang
termotivasi untuk belajar cenderung akan lebih aktif dalam belajar maupun
bertanya sehingga kemungkinan untuk berhasil dalam belajar akan lebih besar.
Nah, inilah permasalah utama yang menjadi akar sekian tantangan dan sikap
negatif siswa yang kerap dihadapi oleh guru ketika mengajar di kelas. Selama
masalah tersebut (tidak adanya motivasi dan tujuan belajar) tidak dihilangkan, maka guru akan sering
mendapat kesulitan dalam mengajar yang juga pada akhirnya berimbas pada
ketidakberhasilan siswa dalam belajar.
Comments
Post a Comment